Usia Kondusif Ibu Hamil Untuk Naik Pesawat
Kesehatan dan Usia kandungan Ibu Hamil sangat kuat terhadap kegiatan yang dibolehkan dan tidak diperbolehkan, termasuk ketika Ibu Hamil akan Naik Pesawat terbang. Untuk kondisi ini para andal menyarankan disarankan terbang sebelum usia kehamilan 37 minggu.
Naik Pesawat ketika hamil tidak berbahaya untuk kehamilan berisiko rendah. Namun tentu dampak samping, seperti: kaki bengkak, mabuk perjalanan, dilema pendengaran dan hidung tetap ada. Naik Pesawat jarak jauh selama empat jam atau lebih akan meningkatkan risiko terkena deep vein thrombosis (DVT) yang menciptakan terbentuknya bekuan darah di kaki atau pelvis, dan hal ini akan lebih tinggi resikonya terhadap ibu hamil.
Wanita dengan kehamilan kembar yang ingin Naik Pesawat disarankan sebelum kehamilan berusia 32 minggu. Dan dihentikan apabila usia kehamilan 37 minggu, alasannya ibu hamil dapat melahirkan kapan saja.
Para andal RCOG merekomendasikan ibu hamil mengenakan baju longgar dan sepatu nyaman ketika Naik Pesawat Terbang. Dan ketika di pesawat mereka juga disarankan untuk sering berjalan-jalan dan meregangkan badan di dingklik setiap 30 menit. menggunakan stocking kompresi elastik juga sanggup membantu ibu hamil mencegah DVT.
Philippa Marsden, selaku ketua komite info pasien menyampaikan info dan rekomendasi tersebut diatas relevan untuk Ibu Hamil yang bepergian jarak pendek maupun jarak jauh yang membutuhkan waktu lebih dari 4 jam penerbangan. Dan yang paling penting, sebelum bepergian dengan pesawat terbang, harus berkonsultasi dengan bidan atau dokter yang menangani kehamilan anda.
Ringkasan:
Naik Pesawat ketika hamil tidak berbahaya untuk kehamilan berisiko rendah. Namun tentu dampak samping, seperti: kaki bengkak, mabuk perjalanan, dilema pendengaran dan hidung tetap ada. Naik Pesawat jarak jauh selama empat jam atau lebih akan meningkatkan risiko terkena deep vein thrombosis (DVT) yang menciptakan terbentuknya bekuan darah di kaki atau pelvis, dan hal ini akan lebih tinggi resikonya terhadap ibu hamil.
Wanita dengan kehamilan kembar yang ingin Naik Pesawat disarankan sebelum kehamilan berusia 32 minggu. Dan dihentikan apabila usia kehamilan 37 minggu, alasannya ibu hamil dapat melahirkan kapan saja.
Para andal RCOG merekomendasikan ibu hamil mengenakan baju longgar dan sepatu nyaman ketika Naik Pesawat Terbang. Dan ketika di pesawat mereka juga disarankan untuk sering berjalan-jalan dan meregangkan badan di dingklik setiap 30 menit. menggunakan stocking kompresi elastik juga sanggup membantu ibu hamil mencegah DVT.
Larangan Ibu Hamil Naik Pesawat
Dalam kondisi tertentu, Ibu Hamil sebaiknya tidak naik pesawat, terutama bagi ibu hamil yang berisiko tinggi melahirkan prematur, menderita anemia berat, mengalami perdarahan di vagina, menderita penyakit sickle cell, atau memiliki penyakit jantung atau paru-paru serius.Philippa Marsden, selaku ketua komite info pasien menyampaikan info dan rekomendasi tersebut diatas relevan untuk Ibu Hamil yang bepergian jarak pendek maupun jarak jauh yang membutuhkan waktu lebih dari 4 jam penerbangan. Dan yang paling penting, sebelum bepergian dengan pesawat terbang, harus berkonsultasi dengan bidan atau dokter yang menangani kehamilan anda.
Ringkasan:
- Ibu Hamil boleh naik pesawat terbang ketika usia kehamilan kurang dari 37 ahad sembilan bulan,
- Efek samping ibu hamil yang naik pesawat terbang yakni kaki bengkak, mabuk perjalanan, permasalahan hidung dan telinga,
- Sebelum Naik Pesawat terbang sebaiknya ibu hamil berkonsultasi dengan bidan atau dokter yang menangani kehamilan.

Comments
Post a Comment